PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain sebagai wadah dan alat perjuangan masyarakat adat, secara internal, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN dimandatkan untuk aktif melindungi, tanggap membela dan cepat melayani komunitas adat yang menjadi anggotanya.

Ketua Biro Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotan (OKK) AMAN Kalteng, Kesiadi, Minggu, 27 Februari 2022 dalam Pelatihan Kader Pemula Masyarakat Adat, di Astana Mangkubumi, Pangkalan Bun mengatakan, kegiatan pelatihan ini masih satu rangkaian dengan Musyawarah Daerah (Musda) II AMAN Kotawaringin Barat (Kobar) yang digelar sehari sebelumnya.

"Perjuangan masyarakat adat di Indonesia sedang menemukan momentum kebangkitannya. Hal ini ditandai dengan menguatnya gerakan masyarakat adat dalam menuntut pengakuan dan perlindungan atas eksistensi dan hak yang melekat pada dirinya," jelas Kesiadi.

Kesiadi menjelaskan, menguatnya gerakan tersebut menuai hasil di berbagai hal, seperti lahirnya peluang-peluang hukum RUU Masyarakat Adat yang sudah masuk prolegnas 2022, menguatnya isu-isu masyarakat adat di ranah publik yang dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan di tingkat nasional, wilayah, daerah, bahkan di tingkat kampung atau komunitas.

"AMAN sebagai wadah perjuangan masyarakat adat di Indonesia pada akhir 2021 beranggotakan 2.423 komunitas adat, ditopang 21 Pengurus Wilayah setingkat provinsi dan 115 Pengurus Daerah setingkat Kabupaten, dengan populasi sekitar 17 juta jiwa," jelas Kesiadi.

--page

Kesiadi melanjutkan, perlindungan, pembelaan dan pelayanan pada masyarakat adat hanya bisa dijalankan dengan hadirnya kader-kader masyarakat adat yang siap sebagai penggerak utama alat perjuangan bernama AMAN untuk mencapai visinya mewujudkan masyarakat adat yang adil dan sejahtera.

"AMAN Kobar, sudah berjalan sekitar 7 tahun. Namun, masih banyak yang perlu dibenahi dalam pengkaderan itu. Hal ini karena masih banyak anggota komunitas yang memandang AMAN hanya sebagai simpatisan maupun pengurus, tapi tidak menganggap dirinya menjadi bagian dari organisasi," jelas Kesiadi.

Kesiadi mengatakan, dengan adanya bagi latihan Kader Pemula diharapkan agar peserta mampu memahami dirinya sebagai masyarakat adat serta mengetahui dan memahami kondisi yang terjadi di masyarakat adat Kobar.

Di tempat yang sama, Ketua AMAN Kobar, Mardani mengatakan pelatihan kader diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pengetahuan dan bekal tentang masyarakat adat dan pengorganisasiannya, agar menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama masyarakat adat.

"Harapannya dari peserta muncul kesadaran untuk membantu masyarakat adatnya baik secara organisasi di AMAN dan di kampungnya masing-masing. Semoga hati nurani mereka tergugah untuk membantu sesama masyarkat adat," jelas Mardani.

--page

Pelatihan Kader Pemula AMAN Kobar ini diikuti 25 peserta. Mereka berasal dari anggota komunitas adat yang tergabung dalam AMAN Kobar, dan kader pemula Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kobar. (WAHYU KRIDA/B-7)