BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Kalteng, Andina Thresia Narang berharap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota di provinsi ini supaya tetap konsisten dalam mewujudkan Kalteng bebas stunting.
Andina mengatakan, instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan bersama Dinas Sosial se-Kalteng diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan saling membantu pemenuhan kebutuhan sandang pangan bagi keluarga kurang mampu di Kalteng. Harapan itu disampaikan demi mencegah anak mengalami kekurangan gizi kronis atau stunting.
"Perkembangan kesehatan anak-anak harus bisa mendapat perhatian dan pengawasan dari pemerintah di daerah masing-masing. Sinergi dan koordinasi harus ditingkatkan. Sehingga, sangat diharapkan Kalteng sejak tahun 2022 ini, bisa bebas dari gizi buruk atau stunting," ujarnya, Selasa, 1 Maret 2022.
Andina menerangkan, anak-anak merupakan generasi yang harus di persiapkan dengan baik, terutama dari segi kesehatan. Dengan begitu, anak-anak di Kalteng ini bisa tumbuh dengan ideal, tidak kekurangan ataupun mengalami gizi buruk dan juga stunting.
Dikatakannya juga bahwa, dengan dukungan dan bantuan dari semua pihak, maka keinginan agar provinsi ini benar-benar terbebas gizi buruk dan stunting dapat terwujud.
--page
Namun demikian, dalam pelaksanaannya tidak hanya menjadi peran pemerintah saja. berbagai pihak swasta yang ada di Kalteng pun diharapkan turut membantu dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan anak kurang mampu di lingkungan terdekat masing-masing.
"Salah satu penyebab terjadinya kurang gizi kepada anak, karena faktor kemiskinan. Sehingga kebutuhan akan makanan bergizi sulit dipenuhi. Oleh karena itu, harus ada dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah atau swasta, tapi juga masyarakat Kalteng lainnya," tuturnya. (DONNY D/B-7)









