KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kurun telah menerapkan paradigma pembelajaran baru sejak sekolah tersebut terpilih sebagai salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Gunung Mas pada 30 April 2021.

"Penerapan kurikulum sekolah penggerak ini diawali dengan peningkatan SDM kemudian setelah itu kami melaksanakan paradigma pembelajaran baru," ujar Kepala SMPN 6 Kurun, Brata saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 1 Maret 2022.

Dia menuturkan, paradigma pembelajaran baru ini yakni guru melakukan pembelajaran menggunakan aplikasi Merdeka Mengajar, yang mana sebelum pembelajaran dilakukan ada asesmen antara guru dengan siswa, khususnya siswa kelas 7 yang dijadikan sampel sekolah penggerak di sekolahnya.

Brata menerangkan bahwa asesmen diagnostik dilaksanakan oleh guru pada setiap siswa di kelas tujuh. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman kognitif dan non-kognitif yang dimiliki
oleh siswa agar pembelajaran yang diberikan ke siswa menjadi tepat.

Pasalnya, setiap siswa memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda, sehingga kegiatan asesmen digunakan para guru untuk menentukan perangkat ajar seperti apa yang tepat untuk siswa-siswanya.

--page

Dijelaskan, asesmen ini bisa dilakukan beberapa kali tergantung kebutuhan. "Jadi siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, namun bisa di luar kelas tergantung hasil asesmen yang telah dilakukan," tukasnya.

Dia berharap, sistem pembelajaran baru ini bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar yang nantinya bisa meningkatkan prestasi belajar siswa. Perlu diketahui, sebelumnya, SMPN 6 Kurun telah terpilih sebagai salah satu sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Gunung Mas pada 30 April 2021.

"Sekolah penggerak ini salah satu upaya misi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya siswa pancasila," tukas Brata. (RISKA YULYANA/B-7)