PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Operasi pencarian seorang pemancing bernama Jainudi (34) yang dilaporkan hilang di Perairan Kumai - Sungai Nyirih, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, telah memasuki hari ke tujuh pada Selasa, 1 Maret 2022. Namun, sampai saat ini, belum juga ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Muhamad Hariyadi melalui Adliandy Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari korban. Tetapi, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

"Pencarian sudah kita perluas, namun sampai hari ke tujuh belum juga ditemukan," ujarnya saat dikonfirmasi Borneonews.

Adliandy menjelaskan, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas bahwa  pada hari ke-7 pencarian, jika tidak ditemukan, maka proses pencarian akan dihentikan.

"Penutupan operasi pencarian tentu akan kita koordinasikan lebih lanjut mengingat telah memasuki hari ke-7. Selanjutnya kita akan lakukan pemantauan di sekitar lokasi," jelasnya.

--page

Menurutnya, kendala dalam operasi pencarian yakni cuaca buruk dengan kondisi hujan lebat. Selain itu, pihaknya juga terkendala tidak ada saksi mata saat peristiwa terjadi sehingga titik pastinya korban dan kelotoknya saat tenggelam, tidak diketahui dengan pasti.

Kemudian, banyaknya predator yang berada di Sungai Nyirih, seperti buaya, ikan buntal dan kepiting menjadi salah satu faktor penghambat pencarian.

Diinformasikan bahwa Jainudin (34) warga RT 07, Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai mengalami kecelakaan saat akan pergi memancing bersama dua rekannya pada Selasa, 22 Februari 2022.

Satu rekannya, Sandi Setiawan (24) lebih lebih dulu ditemukan oleh tim SAR gabungan, atau sehari setelah dinyatakan tenggelam, dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan. (DANANG/B-7)