PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komoditas kelapa sawit memang sudah terkenal seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan sebagai produk yang bernilai ekonomis. Selain dijadikan minyak goreng, bahan baku kosmetik dan produk turunan lainnya, limbahnya juga bernilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan oleh PT. Kalimantan Sawit Abadi yang merupakan bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group. Saat ini pabrik kelapa sawit (PKS) tersebut sedang berencana memasang sistem Reaktor ZPHB® untuk menangkap gas metana yang dihasilkan oleh limbah kelapa sawit (POME) dari pabrik kelapa sawit

Terkait hal itu rencananya Senin, 7 Maret 2022 bakal digelar rapat pemangku kepentingan dan masyarakat terkait pembangunan sistem pemanfaatan gas metana tersebut secara online, guna memenuhi aturan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

Chief Engineering PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tbk, Saroha Marpaung pada Rabu, 2 Maret 2022 menjelaskan tujuan digelarnya rapat pemangku kepentingan tersebut.

"Tujuannya yaitu mencapai target pembangunan berkelanjutan dengan mempromosikan investasi berbasis ramah lingkungan. Karena pemanfaatan teknologi ini berkontribusi positif terhadap lingkungan setempat guna meminimalisir limbah serta polusi perkotaan," jelas Saroha Marpaung.

--page

Selain itu, menurut Saroha Marpaung, rapat ini digelar agar pemangku kepentingan dan masyarakat mengetahui bahwa teknologi tersebut berkontribusi positif terhadap ekonomi secara paralel, menghasilkan dampak sosial yang positif dengan akses energi terdesentralisasi, pembangunan berkelanjutan.

"Sehingga bisa mendorong Foreign Direct Investment (FDI) dalam transfer teknologi guna efisiensi energi, proses industri, kehutanan berkelanjutan serta restorasi lahan," jelas Saroha Marpaung.

Menurut Saroha Marpaung, tujuan utama menggunakan teknologi pemanfaatan

gas metana yang dihasilkan dari POME digunakan untuk bahan bakar gas engine, juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti cangkang di boiler.

"Keuntungan pemanfaatan teknologi ini bagi lingkungan yaitu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cair pabrik kelapa sawit. Serta pengurangan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global," jelas Saroha Marpaung.

--page

Bukan hanya itu saja, menurut Saroha Marpaung, dengan memanfaatkan teknologi ini, secara otomatis perusahaan juga memperoleh keuntungan.

"Dengan memanfaatkan gas metana hasil POME berimplikasi pada biaya produksi rendah dengan penghematan pemakaian cangkang sebagai bahan bakar boiler, dan penghematan pemakaian solar sebagai bahan bakar genset," jelas Saroha Marpaung. 

Karena, menurut Saroha Marpaung, penggunaan teknologi pemanfaatan limbah POME tersebut sebelumnya juga telah digunakan di salah satu perusahaan yang tergabung dalam CBI Group.

"Lantaran 1 unit Biogas Plant telah beroperasi di PT. Mitra Mendawai Sejati - PKS Suayap. Dilokasi tersebut dihasilkan 457,30 m3/jam biogas digunakan sebagai bahan bakar engine gas kap. 1500 KW/jam, dan sejumlah 130,65 m3/jam biogas digunakan sebagai bahan bakar pengganti cangkang di boiler," jelas Saroha Marpaung.

Saat ini, menurut Saroha Marpaung, sedang dibangun 1 unit Biogas Plant di PT. Kalimantan Sawit Abadi - PKS Natai Baru.

--page

"Bila nantinya betoperasi rencananya bisa memghasilkan 277,64 m3/jam biogas digunakan sebagai bahan bakar Engine Gas Kap. 900 KW/jam, dan sejumlah 310,31 m3/jam sebagai bahan bakar pengganti cangkang di boiler. Pastinya ini menjadi yang kedua pemanfaatan POME diperusahaan kami. Sekedar diketahui, 1 m3 POME = 16,33 m3 CH4 = 53,89 KW electricity (listrik)," jelas Saroha Marpaung 

Pastinya, lanjut Saroha Marpaung, proyek ini dikerjakan sesuai pedoman Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) bawah Protokol Kyoto. 

"Kami berharap proyek ini juga akan memotivasi pabrik minyak kelapa sawit lainnya yang terletak di wilayah terdekat, serta pabrik kelapa sawit lainnya di Indonesia untuk dapat melakukan proyek penangkapan metana serupa, untuk melestarikan lingkungan dan membawa manfaat sosial ekonomi ke wilayah tersebut," pungkas Saroha Marpaung. (WAHYU KRIDA/B-5)