BORNEONEWS, Puruk Cahu - Di awal tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus gencar melakukan upaya penekananan penyebaran virus Covid-19 melalui penguatan senergitas lintas instansi terkait dan melibatkan jajaran pihak keamanan serta penegak hukum tentang adanya pemberian vaksinasi tahap pertama pada peserta didik yang duduk di sekolah dasar dalam agenda rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Kamis (6/1).
Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph dan Rejikinoor hadir secara langsung bersama Wakapolres Murung Raya Kompol Aries Nugroho Ishak dan perwakilan Pabung Kodim 1013/MTW Serka Maryono, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya Hermon dan sejumlah pejabat.
Saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya Ferdinand Wijaya menyampaikan, banyak keseluruhan peserta didik di sekolah dasar negeri ataupun swasta berjumlah 13.000 orang yang ditargetkan untuk siap menerima vaksin dosis pertama.
Sebelum diberlakukannya proses pembelajaran tatap muka secara langsung di masing-masing sekolah.
Sementara itu, vaksinasi anak sebagaimana dijelaskan Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Suwirman Hutagalung sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia” Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai 11 Tahun maka Vaksinasi Anak Mulai Dilaksanakan Di Mura.
--page
Proses vaksinasi akan berjalan sesuai apa yang diharapkan dengan terlebih dahulu melakukan sosialiasi kepada orang tua/wali peserta didik untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai efek samping pasca vaksinasi agar terhindar dari berita bohong (hoax) dengan melibatkan semua instansi terkait.
"Saat ini stok vaksin berjenis sinovac yang tersedia sebanyak 6.878 dosis dengan jumlah vaksinator sebanyak 105 orang petugas medis kesehatan termasuk dari pihak Kepolisian,” Tutur Suwirman.
Sementara itu, Bupati Murung Raya Perdie M. Yosep mengungkapkan Agar sedini mungkin memberikan pelayanan pelayanan vaksinasi yang ditargetkan sudah berjalan mulai tanggal 10 hingga akhir bulan januari 2022 sudah terealisasi.
Terkait jumlah vaksin yang masih kurang, agar segera melakukan permohonan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mengenai proses pelaporan vaksinasi dilakukan secara periodik oleh masing-masing kepala sekolah kepada koordinator wilayah di kecamatan.
Sehingga selanjutnya koordinator wilayah kecamatan akan melaporkan hasil vaksinasi ke Bupati melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya.
" tidak kalah penting dipastikan semua guru sudah menerima suntik vaksin lengkap tahap pertama dan kedua serta tidak mengabaikan target vaksinasi tahap kedua pada orang dewasa dan usia lanjut sebelumnya,” tuturnya.
Mengingat pencapaian vaksinasi tahap pertama sudah melebihi dari 70% atau 58000 jiwa sedangkan vaksinasi tahap kedua baru mencapai diatas 45% atau 35000 jiwa. (Trs)









