BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor menginginkan gedung Bank Indonesia di Jalan Achmad Yani, Sampit, menjadi perkantoran pemerintahan. Ini dimaksud untuk memberdayakan gedung mewah itu dari pada dibiarkan tak terpakai.
Halikinnor mengaku telah menyurati pihak Bank Indonesia akan hal itu. Menurutnya Bank Indonesia pun membolehkan.
"Saya sudah menyurati Bank Indonesia. Saya ingin pinjam pakai gedung itu untuk kantor bupati," ungka Halikinnor , Rabu, 2 Maret 2022.
Halikinnor menyayangkan sudah belasan tahun gedung dan fasilitas yang ada di dalamnya itu tak dimanfaatkan. Sebab itu ia ingin menggunakannya. Apalagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tidak memungkinkan lagi untuk membangun kantor baru.
"Kalau membangun kantor baru saya kira kami belum bisa, karena masih banyak jalan rusak dalam maupun luar kota," ujarnya.
--page
Dia juga telah siap untuk memperbaiki fasilitas yang ada. Sekalipun biaya perbaikannya akan mencapai miliaran rupiah.
"Terpenting bagi pihak Bank Indonesia bupati mau tidak memperbaiki. Kalau saya sih siap saja. Jika dihitung-hitung perbaikannya mencapai miliaran," tambahnya.
Aset mewah Bank Indonesia yang berada di dekat bundaran Pemkab Kotim itu hingga kini belum diberdayakan. Bank Indonesia menghentikan bisnisnya di Sampit setelah era industri kayu di daerah itu kian sepi. Akhirnya gedung besar itu tidak dimanfaatkan hanya petugas kebersihan dan petugas keamanan yang tampak setiap harinya di kompleks gedung itu. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









