BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan bahwa ada tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan tanam perdana. Salah satunya adalah melakukan pekerjaan tumbang chipping. Yakni, pohon yang sudah tua ditumbangkan dan dirobohkan dengan alat berat, kemudian dicacah dan dicincang. Selanjutnya, lahan diolah hingga siap untuk ditanami.
“Dalam hal pelaksanaan pekerjaan program ini pihak koperasi telah bekerja sama dengan penyedia barang dan jasa yang telah berpengalaman di bidang ini, termasuk perusahaan benih kelapa sawit yang telah memiliki standar kualitas ISPO dan perusahaan distributor pupuk resmi yang selalu siap menyediakan pupuk yang berkualitas,” kata Nadalsyah, Rabu, 2 Maret 2022.
Setelah dilakukan tanam perdana pada hari ini, selama masa tunggu atau sebelum panen, petani atau pekebun diharapkan melakukan kegiatan penanaman tanaman sela lahan yang digarap. Bisa dengan jagung, pisang, singkong dan lain-lain.
“Hal ini dimaksudkan agar petani tetap mendapatkan nilai ekonomi dari komoditi lain yang ditanam sembari menunggu kelapa sawitnya produktif,” kata bupati.
Nadalsyah melanjutkan, Pemkab Barito Utara dalam hal ini melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara senantiasa berupaya untuk melaksanakan tugasnya dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat petani/pekebun.
--page
“Termasuk dalam memfasilitasi berbagai program dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, seperti halnya pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat yang hari ini dilakukan kegiatan tanam perdana di lahan KPKS Jaya Lestari Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan,” imbuhnya.
Bupati juga berharap, untuk menyukseskan kegiatan PSR di tempat ini, camat, kades, kelompok tani proaktif mengajak masyarakat lainnya mendukung program PSR ini. Sehingga, apa yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik demi peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat tani sawit.
Bupati menambahkan, selain program PSR, masih ada program lain di bidang perkebunan khususnya untuk komoditi kelapa sawit yang saat ini sedang berlangsung, yaitu program sarana dan prasarana perkebunan dalam kerangka pendanaan BPDPKS.
Semoga, kata Bupati, kegiatan tersebut dapat menarik minat petani/pekebun sawit yang lain untuk mengikuti program PSR maupun program lain yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara. (RAMADHANI/B-7)









