BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pendistribusian minyak goreng kemasan produksi PT Citra Borneo Utama (CBU), bagian dari Citra Borneo Indah (CBI) Group sangat membantu para pelaku UMKM. Apalagi, itu sesuai dengan HET yang telah ditentukan pemerintah, Rp 14.000,-.
Seperti yang diungkapkan Syarifah Salmah (53 tahun), pelaku UMKM pembuatan Amplang Tenggiri bermerk pada www.borneonews.co.id, Jumat, 4 Maret 2022 pagi.
Menurut warga Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai ini, kelangkaan minyak goreng belakangan ini sangat menyulitkan pihaknya dalam berproduksi.
"Karena biasanya harga minyak goreng kemasan berstandar SNI di pasaran berkisar Rp 260.000 , namun belakangan ini sempat naik menjadi Rp 370.000. Nah selain harganya mengalami kenaikan, seringkali ketersediaannya di pasaran kosong," jelas Syarifah Salmah.
Padahal, menurut Syarifah Salmah, dalam 1 kali produksi ia memerlukan sekitar 80 liter minyak goreng ber-standar SNI.
--page
"Karena harga minyak goreng mengalami kenaikan, terpaksa harga jual juga sedikit dinaikkan. Misalnya untuk kemasan khusus yang biasanya Rp 80.000 per-bungkus, harganya dinaikkan jadi Rp 100.000," jelas Syarifah Salmah.
Untunglah, lanjut Syarifah Salmah, beberapa waktu ini, PT CBU mendistribusikan minyak goreng kemasan berstandar SNI dan halal pada masyarakat maupun pelaku UMKM.
"Ini baru pertama kali kami berproduksi menggunakan minyak tersebut. Menurut pendapat saya dari segi harga minyak kemasan Rp 14.000 per-liter tersebut cukup baik. Kemudian bila melihat hasil produksi amplang dan stik tenggiri yang kami goreng dengan minyak tersebut juga bagus. Semoga kualitasnya terus bisa ditingkatkan dan pasokan minyak goreng dengan standar tersebut sangat kami perlukan," ungkapnya.
Syarifah Salmah menambahkan, pihaknya memerlukan minyak goreng dengan kualitas bagus demi memenuhi standar kualitas rasa serta rentang waktu kedaluwarsa seperti hasil produk sebelumnya.
"Biasanya secara rutin, saya mengirimkan sampel ke laboratorium untuk mengetahui kualitas produk yang kami hasilkan. Sehingga saya bisa mengetahui apakah ada bahan baku yang tidak sesuai mutu,"
"Nah, khusus untuk minyak ini semoga kualitasnya nanti bisa terus ditingkatkan. Jadi kami bisa menjadikan minyak goreng produksi PT CBU ini sebagai standar baru produksi amplang produk lain yang kami hasilkan," demikian Syarifah Salmah. (WAHYU KRIDA/B-7)









