PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan, selama Januari - Februari 2022, sudah ditemukan 13 kasus demam berdarah dengue (DBD).

Beruntung kasus tersebut dapat ditangani dengan cepat, sehingga tidak ada korban jiwa berujung kematian. Dengan adanya kasus itu, masyarakat pun diimbau agar selalu waspada terhadap penyakit DBD.

"Kita minta masyarakat waspada terhadap potensi penyakit DBD ini. Terapkan pola hidup bersih, jangan biarkan nyamuk-nyamuk penyebab DBD ini berkembang biak di sekitar kita," ujarnya, Jumat, 4 Maret 2022.

Dinkes Palangka Raya kini terus berupaya mencegah kasus DBD terus berkembang. Salah satu pencegahannya, yakni penyemprotan di wilayah endemi seperti Kelurahan Palangka.

Selain itu, pihaknya juga mendorong masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar seperti sampah yang berserakan, penampungan air dan juga tempat-tempat yang berpotensi sebagai wadah nyamuk penyebab DBD berkembang biak.

"DBD ini terjadi karena disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak ditempat yang tidak bersih, dan untuk mencegahnya perlu gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup, mengubur, dan tidak menggantung pakaian di dalam kamar," jelasnya.

--page

Selanjutnya, ia juga mengingatkan apabila ada diantara masyarakat yang mengalami gejala DBD seperti mengalami demam selama 3 hari berturut-turut atau lebih, agar segera ke fasilitas kesehatan terdekat supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut. (DONNY D/B-11)