PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jelly Yanto (17) warga yang tinggal di Jalan Simpei Karuhei VI A, Kota Palangka Raya ini hanya bisa pasrah. Kenapa? saat ini dia tak bisa lagi bersekolah layaknya anak seusianya. 

Saat ini dia sebenarnya masih duduk di kelas III SMAN 4 Palangka Raya, namun sekitar 9 bulan ini dia terpaksa hanya di rumah saja, karena menderita tumor di wajah.

Dia didagnosa menderita tumor ganas. Dia pernah dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, setelah itu dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. Tapi karena tidak ada biaya, sehingga anjuran kemoterapi tidak bisa dilakukan oleh pihak keluarga.

Saat ini si Jelly Yanto hanya diobati dengan obat seadanya. Sakit Jelly ini berlawa dari luka di gusi dalam. Kini sudah membesar seperti bola.

Anak pertama dari pasangan Lira Martina (40) dan Atmajewi (52) ini hanya bisa pasrah. Lira berprofesi sebagai guru TK di Tumbang Kunyi, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, sedangkan suaminya tak memiliki pekerjaan tetap.

"Karena hanya sebagai pegawai rendahan, maka penghasilan kami tidak cukup untuk keperluan perjalanan bolak balik dari Palangka Raya ke Banjarmasin untuk kemoterapi," tutur Lira kepada borneonews.co.id di rumahnya, Jumat 4 Maret 2022.

Saat ini pihaknya hanya bisa mengharapkan bantuan dari para dermawan, sedangkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Murung Raya tidak ada. Lira mengaku sudah pernah dibantu oleh Bupati Murung Raya, tapi hanya Rp 1 juta.

Di sisi lain saat ini biaya yang ia butuhkan cukup besar. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan bantuan dari para dermawan, khususnya dari pemerintah.

--page

Lira menambahkan sebagi seorang ibu tentunya ingin sang anak sembuh. Apalagi Jelly Yanto merupakan anak pertama dari tiga bersudara yang digadang-gadang menjadi pelindung untuk adik-adiknya.

“Kami berharap anak kami dapat dioperasi sehingga penyakit yang dideritanya ini sembuh dan anak pertama kami tersebut bisa kembali bersekolah.Untuk makan Jelianto hanya makan bubur dengan cara di telan, kalau ngunyah makanan rasa sakitnya kembali muncul dan air ludahnya selalu keluar," ujarnya. (ROKIM/B-6)