PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beredarnya rekaman video dan pesan suara terkait penyebab hilang serta tenggelamnya pemancing di Perairan Sungai Nyirih, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diselidiki Polsek Kumai. Hasilnya, video itu dinyatakan hoaks.

Dalam rekaman pesan suara dan video yang beredar menyebutkan jika penyebab dua orang pemancing tenggelam itu karena dibunuh satu orang rekannya yang selamat dan pelaku sudah menyerahkan diri ke plisi.

Faktanya, berdasarkan penyelidikan Polsek Kumai terhadap keluarga korban, ditemukan bukti bahwa video yang viral beredar di grup WhatsApp tersebut diduga berasal dari Madura.

"Untuk sumber video berasal dari mana, keluarga korban ini tidak mengetahuinya. Dan mereka tidak ada yang kenal dengan orang-orang dalam video tersebut," kata Kapolsek Kumai, Ipda Rahis Fadhilillah,

Sementara audio atau pesan suara yang beredar, pihak keluarga korban juga tidak mengetahuinya itu suara siapa dan dari mana.

Bahkan, pengakuan dari pihak keluarga belum ada memberikan keterangan apapun, baik kepada pihak wartawan atau media massa terkait dengan peristiwa ditemukannya jenazah Sandi Setiawan.

"Akibat beredarnya video dan audio tersebut, pihak keluarga merasa kecewa dan resah, serta mengharap pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut bisa diketahui dan meminta maaf kepada keluarga korban," tegasnya.

--page

Sementara pesan suara yang menyebutkan jika pelaku pembunuhan telah ditahan di polsek itu tidak benar. Sebab, pihaknya tidak ada menahan atau tidak ada orang yang menyerahkan diri terkait peristiwa tersebut.

Besar kemungkinan video dan audio tersebut sengaja dibuat oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjadikan situasi kamtibmas yang kurang kondusif.

"Keluarga korban telah menyatakan semua permasalahan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib," tegasnya. (DANANG/B-11)