BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gelombang pasang menghantam pesisir Pantai Desa Keraya, RT 03, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Jumat, 4 Maret 2022, sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya 8 gazebo usaha kuliner masyarakat yang berdiri di tepi pantai dan 1 dapur rumah warga nyaris ambruk.
Berdasarkan penuturan Maisyarah, pemilik warung makan 'Amira', gelombang pasang sudah beberapa kali terjadi sejak seminggu terakhir. Namun gelombang tidak terlalu besar dibandingkan yang terbaru.
"Sebelumnya tidak besar seperti kemarin. Kalau kemarin sekitar sekitar pukul 18.00 WIB itu agak besar gelombangnya, sehingga gazebo warung makan kami dan dapur rumah terkena imbasnya," kata Maisyarah, Sabtu, 5 Maret 2022.
Akibat sapuan gelombang itu, salah satu gazebo harus diikat menggunakan tali agar tidak hanyut terbawa.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat berharap ada tindak lanjut penanganan jangka pendek atau panjang, dengan membuat tanggul pemecah gelombang di sekitar lokasi.
"Tentu kami khawatir bila tidak cepat ditindaklanjuti abrasi akan semakin parah dan mengancam usaha maupun tempat tinggal masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Syahruni melalui koordinator regu II TRC BPBD Andan Santana mengungkapkan, personel TRC BPBD Kobar langsung menyambngi lokasi gelombang pasang guna melakukan ground check dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
--page
Menurutnya hantaman gelombang pasang menyebabkan 4 gazebo warung makan Pantai Kembar hampir roboh diterjang gelombang, 1 dapur rumah warga, 3 gazebo rumah makan Family Beach, serta 1 gazebo rumah makan Amira yang terdampak.
"Tepi pantai di RT 03 Desa Keraya mengalami abrasi sepanjang lebih dari 100 meter. Personel juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap gelombang pasang lanjutan yang akan terjadi," pungkasnya. (DANANG/B-11)









