BORNEONEWS, Sampit - Pencurian sawit milik kalangan petani belakangan ini kian meresahkan dan harus membuat petani kian ekstra melakukan penjagaan.
Ini sendiri diduga menjadi dampak dari naiknya harga buah kelapa sawit di tengah kesulitan ekonomi saat ini menjadi jalan pintas bagi mereka memanfaatkan situasi tersebut.
Haris, petani sawit di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit saat ditemui mengaku kewalahan menjaga dan mengamankan aset pribadi miliknya.
Bahkan sudah puluhan ton sejak 8 bulan buah sawitnya lebih banyak dinikmati oleh pencuri. Selain itu beberapa kali pelaku kepergok, namun sayang selalu berhasil melarikan diri.
Apalagi sekarang harga tandan buah segar kelapa sawit semakin tinggi, mungkin ini salah satu penyebab tingginya pencurian buah kelapa sawit ditambah lagi tidak ada lahan untuk bercocok tanam.
Tidak hanya itu petani sawit di kawasan Jalan Lingkar Utara Sampit juga mengaku resah, karena sawit mereka jadi sasaran pencurian.
Seperti yang diungkapkan Delo. Hampir setiap malam banyak kendaraan yang memuat sawit di areal itu dan dibeli langsung oleh pengepul.
"Mereka malam-malam menjual sawit itu, ada khusus pengepulnya, jika tidak ditangkap maka ini akan terus terjadi dan semakin merugikan petani," tukasnya.
--page
Pencurian sawit warga juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 17, bahkan pencuri tidak memandang waktu, pada siang hari saat pemiliknya tidak ada mereka tetap nekat melakukan pencurian.
"Kadang mereka bawa pikap masuk ke dalam, siang-siang saja mereka mencuri," tukasnya. (NACO/B-6)









