PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari data rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan nilai impor Kalteng selama bulan januari 2022 lalu mengalami penurunan sebesar 53,92 persen.

Selama bulan itu, nilai impor Kalteng mencapai US$ 3,41 juta atau turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat senilai US$ 7,40 juta.

"Meskipun secara nilai mengalami penurunan, namun total volume impor Kalteng Januari 2022 mengalami peningkatan sebesar 39,31 persen atau 2,63 ribu ton, dari 6,69 ribu ton di Desember 2021 menjadi 9,32 ribu ton pada Januari 2022," sebut Eko, Selasa, 8 Maret 2022.

Dijelaskan, menurunnya nilai impor itu karena disebabkan oleh turunnya impor migas dan impor non migas, masing-masing senilai US$ 0,85 juta dan US$ 3,14 juta.

Selain itu, penurunan impor di Kalteng dikarenakan menurunnya impor hasil industri dari kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya berupa bagian dari barang pada subpos mesin untuk merakit daughter board CPU dalam rumah plastik, mesin pengangkat, penanganan, pemuat, atau pembongkar lainnya yang digunakan untuk pertanian, ketel yang menghasilkan uap air, dan lain-lain, dan juga penurunan impor hasil minyak dari komoditas bahan bakar mineral (berupa aspal).

--page

Jika dibanding dengan bulan Januari 2021, terjadi peningkatan nilai impor yaitu sebesar US$ 2,32 juta atau 212,84 persen. Hal itu terjadi karena disebabkan oleh meningkatnya impor non migas senilai US$ 0,98 juta atau 89,91 persen.

Sementara itu, untuk impor migas juga meningkat senilai US$ 1,34 juta, dari tidak ada transaksi impor pada Januari 2021 menjadi US$ 1,34 juta pada Januari 2022.

Meningkatnya impor migas tersebut karena didorong oleh peningkatan impor hasil minyak berupa komoditas bahan bakar mineral (aspal), yakni sebesar US$ 1,34 juta.

Sedangkan, untuk peningkatan impor non migas karena disebabkan oleh meningkatnya impor hasil industri berupa kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya. (DONNY D/B-5)