BORNEONEWS, Palangka Raya - Menurut data rilis BPS Kalteng, selama Januari 2022 beberapa komoditas barang impor Kalteng berasal dari 4 negara yakni Laos sebesar US$ 1,34 juta, Singapura US$ 1,34 juta, Australia US$ 0,53 juta, dan Arab Saudi US$ 0,20 juta.
"Adapun komoditas barang yang di impor dari Laos dan Australia yaitu berupa pupuk, Singapura berupa bahan bakar mineral dalam bentuk aspal, dan Arab Saudi berupa berbagai produk kimia," beber Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Selasa, 8 Maret 2022.
Diterangkan, jika dibanding dengan Desember tahun 2021, peningkatan nilai impor terbesar berasal dari Laos yaitu senilai US$ 1,34 juta itu dikarenakan tidak ada transaksi impor pada Desember 2021 dan hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya impor kelompok pupuk (pupuk kalium klorida).
Sedangkan, penurunan nilai impor terbesar yaitu berasal dari Malaysia senilai US$ 4,94 juta atau turun 100,00 persen, ini karena disebabkan oleh tidak adanya impor mesin/pesawat mekanik yang berasal dari Malaysia pada Januari 2022.
Selanjutnya, apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2021, impor Kalteng pada Januari 2022 mengalami peningkatan sebesar 212,84 persen.
--page
Impor dari Laos mengalami peningkatan terbesar yakni senilai US$ 0,61 juta atau 83,56 persen yang didorong oleh meningkatnya impor kelompok pupuk (pupuk kalium klorida).
Sementara itu, penurunan terbesar berasal dari Malaysia dan Negara Lainnya senilai US$ 0,36 juta atau 100,00 persen, hal ini disebabkan karena Malaysia dan Negara Lainnya tidak ada nilai impor selama Januari 2022. (DONNY D/B-5)









