BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kotawaringin Barat (Kobar), menggandeng psikolog untuk penanganan trauma sejumlah anak yang menjadi korban pelecehan seksual di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng.
Kepala UPTD PPA, Idna mengatakan, UPTD PPA ini adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah yang dibentuk oleh pemerintah daerah, dalam memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus dan masalah lainnya.
"Dengan adanya kasus kekerasan seksual yang dialami sejumlah anak di Kobar, sudah kita dampingi sejak mencuat ke publik," kata Idna.
Selanjutnya, dalam penanganan kasus itu, pihaknya juga mendampingi para korban dalam pengisian BAP dari awal sampai tuntas. Termasuk dalam kasus hukum yang tengah berjalan ini juga terus dikawal dengan harapan, pelakunya mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan.
"Dalam kasus ini, kami tidak bisa membiarkan para korban, karena mereka tentu mangalami trauma yang berbeda-beda. Termasuk kami juga menggandeng psikolog," terangnya.
--page
Dengan begitu, dalam masa proses pemulihan trauma ini, peran psikolog dapat membantu para korban sehingga secara perlahan nanti bisa kembali menjalankan aktivitas yang baik.
"Karena kita tahu, sebagian para korban ini jadi pemalu dan mengurung diri. Ini yang kita coba agar para korban tidak berlarut dalam kesedihan," pungkasnya. (DANANG/B-7)









