PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan, fasilitas pelayanan kesehatan masih terkendali menghadapi lonjakan kasus Covid-19. 

"Kami bersama instansi terkait lainnya harus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan benar-benar siap," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul, Rabu, 9 Maret 2022.

Semenjak lonjakan kasus mulai awal bulan Februari 2022 dan masuknya varian Omicron, pemerintah setempat sudah mempersiapkan sedini mungkin pada seluruh fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan.

Baik dari sisi kesiapan seluruh tenaga kesehatan, alat kesehatan, obat-obatan, oksigen, termasuk bahan-bahan medis, maupun sarana prasarana pendukung lainnya yang dianggap perlu.

"Kesiapan tersebut salah satunya dapat kita lihat dari data jumlah tempat tidur dan persentase pemakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) khusus dalam menangani pasien Covid-19," ujarnya.

--page

Dia menjelaskan, untuk tempat tidur intensif dari 41 tempat tidur, terpakai 18 buah atau 43,90 persen yang terbanyak di Palangka Raya, 10 tempat tidur dari 17 tempat tidur yang tersedia.

Sedangkan untuk tempat tidur isolasi, dari 1.297 tempat tidur yang digunakan, sebanyak 239 tempat tidur atau 18,43 persen. Artinya, dari total 1.399 tempat tidur (intensif + isolasi) hanya terpakai 257 tempat tidur atau BOR yakni 19,21 persen. (NOPRI/B-7)