BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Arab Saudi mulai memutuskan melonggarkan protokol kesehatan covid-19.
Hal tersebut menjadi angin segar bagi penyedia biro perjalanan umrah dan haji di Indonesia. Terkait itu, kebijakan tersebut diharapkan dapat diikuti dan diterapkan Pemerintah Indonesia.
Muhammad Rakhman, owner dari PT Najah Hurrahman, biro perjalanan umrah dan haji mengatakan, kelonggaran prokes yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi dapat juga diterapkan di Indonesia. Sehingga, tidak ada lagi PCR dan karantina bagi jamaah.
"Untuk saat ini, ketika jamaah kembali ke Jakarta, PCR masih dilakukan dan karantina masih dijalani satu hari. Mudah-mudahan dan harapan kita, sudah tidak ada lagi PCR dan karantina ini. Karena kita khawatir ini menjadi hal memberatkan dan ada tindakan manipulatif yang tidak bisa kita buktikan," ujar M Rakhman, Rabu, 9 Maret 2022.
Ia menjelaskan, saat ia mengantarkan 170 jamaah umrah asal Kotawaringin Barat (Kobar), saf sholat nampaknya sudah kembali normal dan tidak ada batasan. Kemudian untuk penggunaan masker, masih ada beberapa yang memakai meskipun sebagaian juga tidak menggunakannya.
Tidak ada lagi izin tasrih yang harus dimiliki jamaah untuk keluar masuk masjid. Dan tidak ada lagi karantina 4 hari 5 malam di Jeddah maupun Madinah.
--page
"PCR sudah tidak diterapkan lagi. Sebelumnya, harus 3 kali PCR, yaitu datang hari pertama keluar hari ke empat dan ingin kembali ke Jakarta dengan PCR di Saudi. Kini sudah tidak ada," jelasnya. (DANANG/B-11)









