BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kegiatan peminta-minta di jalanan dengan berbagai modus mulai marak terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Bahkan, ada yang modusnya dengan cara memperbaiki atau menimbun jalan berlubang, lalu meminta sumbangan pada pengendara yang melintas, tentu hal tersebut harus ditertibkan.
Itu disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman. Ia meminta kepada Dinas terkait yakni Dinas PUPR bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub), agar kiranya bisa menertibkan orang yang meminta-minta di jalan.
"Saya kira, orang-orang itu memperbaiki jalan berlubang dengan menimbun itu hanya modusnya saja untuk meminta uang, sehingga harus ditertibkan," ujar Bambang Suherman pada Sabtu, 12 Maret 2022.
Bambang menyebutkan, beberapa lokasi yang ia pernah jumpai ada orang meminta-minta yaitu di Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Jadi, meraka menimbun jalan dengan timbunan tanah, dan tanah itu yang semestinya untuk menimbun jalan, sehingga membuat licin kendaraan dan bahkan ada yang malah menjadi semakin becek.
Kemudian, berdasarkan informasi juga, orang yang melakukan kegiatan tersebut diketahui bukanlah orang asli Kotawaringin Barat. Mereka itu sepertinya dari luar daerah.
--page
"Saya pikir itu bukan orang Pangkalan Bun dan itu modus mereka untuk minta-minta di jalan. Dia melakukan kegiatan perbaikan di situ-situ aja, dan memang tidak ada hasilnya atau manfaatnya, karena sekali lagi itu modus. Maka ini saran kami, agar segera ditertibkan," pungkasnya. (DANANG/B-7)









