BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengklaim dengan adanya intensifikasi produksi gabah petani mengalami peningkatan.
Dilaporkan pada lokasi pengembangan 2020 pada luasan lebih dari 29 ribu hektar mencapai 114.611 ton GKG, sedangkan pada lokasi pengembangan 2021 pada luasan lebih dari 13 ribu hektare mencapai 47.589 ton GKG.
Begitu juga hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan 2020 maupun 2021 adanya kenaikan produksi jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya kegiatan intensifikasi lahan food estate Kalteng.
Kenaikan produksi tersebut mencapai 15,3 persen untuk produksi tahun 2020 dan sebesar 11,5 persen untuk produksi 2021. Pencapaian lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman pada lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37 persen.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran optimistis program food estate di Kalteng dapat sukses dan mensejahterakan petani.
“Kita bicara fakta bukan asumsi, ada pihak yang meragukan keberhasilan food estate, bahkan meragukan keseriusam pemerintah provinsi menanganai food estate, jangan melempar retorika, disini kita turun ke lapangan memantau setiap saat, bukan membaca laporan di belakang meja,” beber Sugianto sabran beberapa waktu lalu.
Pada 2022 beberapa lokasi yang dikembangkan dan memasuki musim panen. Saat ini pada Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 ha di beberapa lokasi sawah sedang panen di antaranya di Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur.
Lokasi yang telah dipanen seluas 420 ha dengan varietas padi hibrida yang hasilnya per hektar mencapai 7 ton per ha. Sawah di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga telah mulai memasuki musim panen pada bulan Maret ini.
Lokasi lainnya yang sudah mulai panen adalah di Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu pada hamparan dalam kelompok seluas 84 hektare padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33 yang menghasilkan produksi sekitar 7,8 ton/hektare.
Di tempat lain seperti Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai memasuk musim panen.
Pemprov Kalteng melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtkultura dan Peternakan (TPHP) saat ini sedang menyiapkan penangkaran benih padi inbrida di Kabupaten Pulang Pisau seluas 113 ha dan Kabupaten Kapuas 308 hektar yang terdiri dari benih Inpara 3, Inpari 33, Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37 Inpari 42 dan Inpari 1R Nutri Zink.
--page
Total benih yang dapat dihasilkan mencapai 1.100 ton yang dapat memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Kalimantan Tengah untuk musim tanam April-September 2022, sehingga dapat menjadikan Kalimantan Tengah mandiri benih padi inbrida.
Kepala Dinas TPHP Kalteng, Riza Rahmadi menyebut pengembangan food estate Kalteng melalui kegiatan intensifikasi lahan memiliki fokus pada peningkatan produktivitas lahan, indeks pertanaman dan produktivitas hasil.
“Petani adalah subjek bukan objek, petani lah yang mendapatkan manfaat besar dari program food estate, karena memang itu konsep bapak Gubernur sedari awal, mulai melangkah dari peningkatan kesejahteraan petani dengan kesejahteraan yang meningkat akan mampu menumbuhkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya program ini akan berkontribusi mensejahterakan rakyat Kalimantan Tengah,” tegas Riza. (HERMAWAN DP/B-11)









