BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan beberapa langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga komoditas pangan.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran mendorong rencana pengembangan komoditas pangan lokal dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki.
"Kalimantan Tengah memiliki lahan yang luas dan memadai untuk pengembangan komoditas pangan, dan Kalimantan Tengah sangat siap," kata Sugianto beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Riza Rahmadi menyampaikan komoditas yang saat ini perlu diantisipasi adalah cabai dan bawang merah.
Langkah antisipasi yang dilakukan Pemprov Kalteng dimulai dengan memaksimalkan bantuan pemerintah baik APBN dari Direktorat Jenderal Hortikultura dan APBD dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
--page
Kemudian, dilakukan pendekatan kampung sayuran dengan kampung bawang merah dan kampung cabai, ditunjang bantuan berupa sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida.
Ditambah lagi pendampingan dan pengawalan dalam budi daya bawang merah dengan penggunaan benih unggul, berupa biji dan bukan umbi dengan bimbingan teknis dan sosialisasi tentang budi daya bawang merah.
Selanjutnya adalah langkah mendorong petani menggunakan benih unggul cabai hibrida untuk peningkatan produksi.
Berikutnya, melalui gerakan pengendalian OPT Bersama dengan BPTPH provinsi, sehingga meminimalisir serangan OPT yang menurunkan produksi.
Terakhir, ada pembinaan petani untuk menjadi penangkan benih bawang merah agar ketergantungan pada umbi bawang merah dari Jawa bisa diminimalisir.
--page
Seperti diketahui, belakangan ini harga cabai dan bawang merah memang sudah terindikasi naik. Untuk bawang merah, berada di kisaran Rp40 ribu sampai Rp41,5 ribu per kg.
Sedangkan untuk cabai rawit hijau Rp50 ribu per kg, cabai merah besar dan cabai merah keriting Rp75 ribu per kg dan cabai rawit merah Rp100 ribu per kg. (HERMAWAN DP/B-7)









