BORNEONEWS, Kasongan - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Katingan, Roby mengingatkan kepada lapisan masyarakat di daerahnya terkait cuaca ekstrim, yaitu curah hujan terlalu tinggi yang dapat memicu terjadinya bencana banjir.
"Terkait dengan kondisi cuaca atau iklim, menurut BMKG kita tetap memedomani Badan Meteorologi dan Giofisika, dan sesuai laporan yang disampaikan kepada kita ada prediksi sebenarnya untuk wilayah Kalteng termasuk Katingan ini, bulan Maret sampai minggu pertama April 2022 itu masih ada prediksi hujan dengan intensitas tinggi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Roby, Selasa, 15 Maret 2022.
Tapi memang kondisi itu, sebut Roby, dibarengi dengan angin yang cukup kencang. Sehingga, bisa saja peta satelit itu menyatakan bahwa hujan akan jatuh pada suatu tempat, namun karena angin akan bergeser.
Menurut Roby, tingginya intensitas hujan pada medio Maret - April 2022 mendatang itu dinilai hampir sama dengan yang terjadi pada banjir di Katingan tahun 2021 lalu. Tidak salah apabila di bagian selatan di Kalimantan ini ada daerah yang banjir, yaitu Kotabaru.
"Kita tetap menginformasikan bahwa saat ini masih dalam cuaca ekstrim, artinya suatu saat bisa saja terjadi curah hujan yang tinggi yang menyebabkan bencana banjir," ungkap Roby.
--page
Untuk mengantisipasi itu, di samping memberikan informasi kerawanan bencana, pihaknya juga mempersiapkan beberapa perahu karet kepada sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Marikit, Katingan Tengah, Pulau Malan dan lainnya. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.
"Namun harus diingat juga bahwa sebenarnya mulai bulan Maret hingga September itu biasanya terjadi musim kemarau, yakni di bulan Juli dan Agustus," imbuh Roby.
Sementara itu, dari pantauan borneonews.co,id, sejak beberapa hari terakhir curah hujan di wilayah Katingan kembali meninggi, termasuk sore hari ini. Hujan lebat disertai angin kencang dan guntur kilat terjadi di wilayah Kasongan dan sekitarnya. (ABDUL GOFUR/B-7)









