BORNEONEWS, Sampit - Lalu lintas truk besar di dalam Kota Sampit kian tak terkendali lagi. Bahkan siang hari mereka melintas tanpa ada jeda sama sekali.
Sejumlah pengguna jalan sudah sering mengeluhkan hal tersebut. Bahkan ada sebagian mereka yang nyaris menjadi korban .
Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo yang membidangi perhubungan mengaku menemukan banyak truk ugal-ugalan ketika masuk kota.
Bahkan di jalan depan kantor DPRD Kotim kerap kecelakaan karena kendaraan yang melintas tanpa memperdulikan kecepatannya.
"Aturan batas kecepatan di jalan dalam kota sepertinya tidak diketahui. Sehingga ngebut semua,” kata Handoyo.
--page
Handoyo menyebutkan keberadaan truk CPO berukuran besar belakangan ini kian marak harusnya bisa dikendalikan. Agar tidak bebas begitu saja.
Sebelumnya tanki CPO kapasitas 5.000 liter dibiarkan bebas, kemudian muncul lagi 10.000 liter dan sekarang marak lagi CPO ban 12 dengan muatan sekitar 15-20 ribu liter.
"Saya bertanya di mana pemerintah di mana aparat kalau seperti ini,”kata Handoyo.
Handoyo mempertanyakan komitmen pemerintah untuk menerbitkan kendaraan over dimensi over load (ODOL). (NACO/B-5)









