TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Barito Timur pada tahun 2021 melampui target yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp 97.250.855.336 dari target Rp 85.346.887.329.

"Artinya realisasi PAD 2021 kita mencapai 113,94 persen,"  ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Barito Timur, Herawani, Jumat 18 Maret 2022.

PAD tersebut bersumber dari empat sektor yang dimiliki Barito Timur yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta sumber pendapatan PAD lain-lain yang sah.

Dari empat jenis sumber PAD tersebut, sektor pendapatan lain-lain yang sah menjadi penyumbang pemasukan tertinggi yakni sebesar Rp 72.308.990.283. Urutan kedua ditempati oleh sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yakni sebesar Rp 11.493.207.046.

Sementara dua sektor sumber PAD lainnya yakni pajak daerah dan retribusi daerah juga memiliki pranan penting dalam menopang PAD namun belum mencapai target

"Pajak daerah ditargetkan Rp 16.335.000.000, realisasinya yakni hanya Rp 11.329.048.246. Sedangkan realisasi retribusi daerah ditargetkan Rp 10.269.000.000, realisasinya hanya Rp 2.119.609.930," papar Herawani.

Meski demikian pontensi pendapatan dari dua sektor tersebut masih bisa ditingkatkan kembali pada tahun 2022 ini dengan kerja sama dan kerja keras dari berbagai pihak terkait.

--page

Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas saat dimintai tanggapannya, mengapresiasi semua jajaran yang terlibat dalam pencapaian target PAD tahun 2021. Dia meminta semua kepala SOPD penghasil PAD dan jajarannya terus berupaya dan bekerja besama untuk mencapai target PAD 2022.

“Untuk mencapai target PAD tahun 2022, semua harus bekerja bersama-sama dan bekerja lebih keras lagi," pesan Bupati. (BOLE MALO/B-6)