PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di masa penangan pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pemerintah daerah memberikan fokus atau perhatian yang sama terhadap sektor kesehatan dan ekonomi.

Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan, prioritas penanganan Covid-19 ialah kesehatan, akan tetapi tidak meninggalkan aspek lain seperti aspek sosial dan ekonomi.

"Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi perhatian kami, selain juga fokus terhadap penanganan di bidang kesehatan," kata Nurhidayah, Jumat, 18 Maret 2022.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Kobar juga baru saja mengikuti penilaian tahap II penghargaan pembangunan daerah Tahun 2022 pada Selasa, 15 Maret 202 lalu. Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) merupakan kegiatan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah, yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas sejak tahun 2011, dengan nama Anugerah Pangripta Nusantara (APN), dan sejak tahun 2017 berubah nama menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD).

Tujuan dari PPD adalah mendorong pemerintah daerah untuk menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur, dan dapat dilaksanakan.

--page

Bupati Kobar Nurhidayah, melaksanakan presentasi dan wawancara secara daring dengan didampingi oleh tim kabupaten atas 22 indikator yang meliputi 4 aspek, yaitu pencapaian, kualitas dokumen RKPD, proses penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi. Adapun program inovasi daerah yang diusulkan kali ini ialah Begoyap Online.

Para penilai independen yang terdiri dari Syahrial Loetan, Hermanto Siregar dan Hayati Sari Hasibuan pun mengapresiasi inovasi Begoyap yang diinisiasi oleh Pemkab Kobar.

Hal ini mengingat hantaman pandemi yang begitu berdampak terhadap sektor ekonomi masyarakat, sehingga tim menilai dan memberi ruang bagi pelaku UMKM, menjadi salah satu strategi efektif dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Nurhidayah menyampaikan, Pemkab Kobar terus mendorong inovasi di berbagai bidang, termasuk di dalam masa penanganan pandemi. Ia menyebutkan betapa besar dampak pelaksanaan Begoyap yang dimulai sejak 2019 ini.

"Ketika pandemi terjadi, dan semua kegiatan masyarakat dibatasi, pemanfaatan teknologi informasi dilakukan melalui program Begoyap, sehingga aktivitas perekonomian masih tetap bisa dilaksanakan yang tentu saja ini sangat membantu para pelaku UMKM," pungkasnya. (DANANG/B-7)