BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi Informasi (KI) Kalteng, Mukhlas Roziqin mengatakan, Kelompok Kerja (Pokja) Daerah Kalteng menetapkan sembilan narasumber kunci yang seanjutnya disebut Informan Ahli (IA).
Sembilan orang itu terdiri atas tiga orang dari unsur pemerintah, tiga orang dari kalangan dunia usaha, dan tiga orang dari kalangan tokoh masyarakat, media, dan NGO.
Semua usulan nama-nama IA akan diserahkan ke Pokja Pusat untuk ditetapkan.
Salah satu anggota Pokja Kalteng, Satriadi, mengungkapkan, siap melangsungkan beberapa tahapan terkait pelaksanaan IKIP 2022. Ia pun berharap, potret keterbukaan informasi publik di Kalteng semakin tahun semakin membaik.
“Kita tentu berharap, agar Informan Ahli memberikan penilaian yang seobyektif mungkin," tuturnya baru baru ini.
--page
Ia mengatakan AI yang ditetapkan merepresentasikan dari tiga sudut kacamata pandang, yaitu keterwakilan dunia usaha sejauh mana mereka melihat KIP di Kalteng, unsur pemerintah dan masyarakat/Media/NGO.
"Kita optisimistis Kalteng makin baik,” harapnya.
Koordinator IKIP Kalteng 2022, Setni Betlina mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan, personel yang masuk pada anggota Pokja daerah khususnya dari unsur eksternal berbeda dari tahun lalu. Begitupun dari usulan Informan Ahli.
“Kita ingin melihat sejauh mana persepsi tentang keterbukaan informasi di provinsi ini, dari kaca pandang orang yang berbeda. Saya kita akan menunjukkan hasil yang lebih baik dari sisi obyektif dan representasi. Semoga pengukuran indeks IKIP tahun ini lebih akurat dalam memotret,” tandas dia. (HERMAWAN DP/B-7)









