PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada 74 sekolah SD dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat bakal dilakukan renovasi. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kerusakan sarana dan prasarana sekolah.

Upaya renovasi yang dilakukan pemerintah ini guna mendukung pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini banyak kerusakan sekolah dan ini perlu ditunjang dengan fasilitas yang mumpuni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Rustam Effendi meminta pihak sekolah segera mengusulkan melalui data pokok pendidikan (dapodik) sebelum batas waktu yang ditentukan.

"Kami mendorong setiap kepala sekolah mengisi form tingkat kerusakan paling lambat 21 Maret 2022 dan tahun ini ada 74 sekolah, 36 SMP dan 38 SD," katanya.

Rustam menjelaskan pembenahan yang dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan fisik, mulai ringan, sedang dan berat. Rehabilitasi menggunakan dana alokasi khusus (DAK), sementara sisanya dibebankan pada APBD kabupaten.

"Tahun ini diarahkan ke swakelola. Jadi secara tidak langsung pihak sekolah ikut merasa memiliki dan merawat. Tapi tetap fasilitator dan pengawas kita intens melakukan monitoring guna memastikan renovasi yang dilakukan sesuai serta disiplin dan tertib administratif," terangnya.

Kerusakan sekolah di Kobar masih terbilang minim, namun pihaknya mendesak pihak sekolah untuk terus melakukan pengusulan.

"Untuk di Kobar Kobar kurang dari 20 persen, terutama pembenahan sekolah di pelosok seperti Teluk Pulai, Sungai Cabang dan sebagian Arut Utara. Untuk pemerataan pendidikan ini tetap jadi perhatian kita," imbuhnya.

--page

Kabid SD Disdikbud Kobar, Alamsyah menekankan tentang pentingnya pihak sekolah melakukan perencanaan dan pengusulan dengan matang. Usulan yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

"Bahwa perencanaan dan pengusulan kegiatan saat ini mengandalkan DAK baik fisik maupun non fisik. Untuk itu kami terus mendorong dan memfasilitasi satuan pendidikan agar selalu melakukan update data tingkat kerusakan sarpras di setiap satuan pendidikan pada DAPODIK agar apa yang diusulkan sinkron dan sesuai data dan fakta yang ada," imbuhnya.

"Untuk rehab DAK ada 38 sekolah tadi, terdiri atas 45 kegiatan meliputi rehab ruang kelas, toilet, perpustakaan, ruang guru, UKS dan ruang kepala sekolah," pungkasnya. (DANANG/B-6)