KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisi II DPRD Kalteng menerima audensi dari beberapa lembaga peduli lingkungan seperti Save Our Borneo (SOB), Auriga Nusantara Indonesia, Green of Borneo dan Sampan Kalimantan.

Dalam audensi tersebut, lembaga peduli lingkungan itu memaparkan terkait platform Mapbiomas Indonesia yang di dalamnya terdapat data informasi penampakan tutupan lahan pulau Kalimantan.

Perwakilan dari peserta audiensi, Timber Manurung mengungkapkan tujuan pihaknya menggelar audiensi itu yakni memastikan bahwa perencanaan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan berjalan dengan baik.

"Dalam platform Mapbiomas itu menyajikan data yang dapat dipakai untuk kepentingan jangka panjang. Hal ini kami sampaikan ke legislatif karena kami percaya dengan data yang kuat maka kewenangan pengawasan yang dilakukan DPRD Kalteng akan lebih bagus terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah," ucapnya, Rabu, 23 Maret 2022.

Dijelaskannnya, dalam platform tersebut terdapat data kondisi alam Kalteng selama 20 tahun terakhir. Dari data itu juga akan mudah melihat dampak yang mungkin saja terjadi suatu saat di Kalteng. Seperti dampak dari perkembangan lahan sawit dan pertambangan.

--page

"Dari perubahan kondisi itu apakah berdampak pada penerimaan daerah dan kesejahteraan masyarakat atau menunjukkan terjadinya kebocoran. Dari peta ini juga terlihat berkali-kali lipat perkembangan perkebunan sawit dan lobang tambang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dipaparkan oleh pihak dari lembaga peduli lingkungan tersebut. Disebutkannya, apa yang disampaikan itu sangat penting terlebih terkait data-data kondisi alam pulau kalimantan.

"Apa yang mereka paparkan itu kita apresiasi dan menyambut baik. Sebab, didalam platform yang dipaparkan terdapat data-data penting kondisi alam pulau Kalimantan, khususnya Kalteng. Seperti apa kondisi hutannya, pertambangannya dan apa dampaknya terhadap masyarakat dan pemerintah," sebut Sudarsono.

Dia mengatakan, data-data yang tersaji dalam platform tersebut dapat dijadikan bahan masukan kepada pemerintah dalam menyusun program kerja jangka menengah dan panjang. Karena, dengan begitu pemerintah daerah bisa melakukan perencanaan, pengawasan dan sekaligus membuat kebijakan berkelanjutan, terlebih terkait lingkungan alam Kalteng.

"Dalam platform itu menyajikan data, seperti kondisi hutan Kalteng dari tahun ke tahun, bagaimana perbandingan kondisi sebelum dan saat ini, apa dampak dan sejauh mana kondisi alam tersebut memberikan kontribusi untuk daerah dan masyarakat. Hal ini sangat bagus," imbuhnya. (DONNY D/B-7)