PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering meminta kepada aparat penegak hukum supaya dapat mengusut tuntas kemungkinan adanya permainan mafia penimbun minyak goreng.

Politisi PDIP ini menduga kelangkaan minyak goreng yang terjadi selama ini ada permainan spekulan dan mafia yang dengan sengaja menimbun minyak goreng untuk mendapatkan keuntungan lebih setelah HET atau subsidi dicabut oleh pemerintah.

"Hal seperti ini harus diusut tuntas, pastinya ada permainan disini dengan memanfaatkan situasi, sebab itu terbukti sekarang minyak goreng tidak lagi mengalami kelangkaan, tapi harganya mengalami kenaikan signifikan," ujarnya, Rabu 23 Maret 2022.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia yang menduga ada keterlibatan dan ulah mafia dalam bisnis minyak goreng ini, sehingga mengalami kelangkaan serta membuat pemangku kepentingan ditingkat pusat maupun daerah menjadi kewalahan.

Ditambah lagi hal itu diperparah dengan fluktuasi harga minyak dunia yang mengalami kenaikan akibat dampak invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina yang hingga saat ini masih belum menemukan titik perdamaian dan kapan akan berakhir.

"Tentu dengan adanya kenaikan harga minyak goreng seperti saat ini sangat merugikan bagi masyarakat terutama para pelaku UMKM yang bisnisnya tergantung dengan minyak goreng, harusnya tidak terjadi seperti ini," ucapnya.

--page

Namun apapun itu, di tengah kondisi seperti saat ini dengan harga minyak goreng yang mengalami kenaikan serta dugaan atas adanya permainan spekulan maupun mafia bisnis minyak goreng memang sebuah hal yang wajar.

"Tentu dibalik itu, harus ada atau dilakukan penulusuran dan pengusutan dari pemerintah maupun aparat penegak hukum, agar kondisi atau harga minyak goreng bisa kembali stabil," tandasnya. (DONNY D/B-11)