PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Disbudpar Kalteng, Adiah Chandra Sari mengatakan pembangunan Lopo Betang Perdie M Yoseph (PMY) di Puruk Cahu memiliki nilai strategis dan kearifan lokal yang tinggi dalam upaya pelestarian kebudayaan, khususnya bangunan bersejarah.

"Membangun itu berarti melestarikan, dalam Palsafah Huma Betang jangan sampai suatu saat hanya menjadi cerita, bahkan generasi penerus hanya bisa melihat dari literatur, sementara fisiknya sudah punah, karena kurangnya perhatian terhadap pelestarian," katanya, Rabu, 23 Maret 2022.

Dia menjelaskan upaya pelestarian bangunan budaya harus terus dikembangkan, agar kelak generasi masa depan dapat mengenal dan mencintai situs-situs budaya yang ada. "Karena pelestarian bangunan bercorak kebudayaan merupakan bentuk manifestasi kearifan lokal," ucapnya.

Sebelumnya peletakan batu pertama pembangunan Lopo Betang PMY di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya yang berada di bumi perkemahan pramuka Puruk Cahu Seberang tersebut telah dilaksanakan.

Bupati Murung Raya, Perdie M Yoseph mengatakan pembangunan dua unit Betang Lopo tersebut akan dibangun secara bertahap diatas lahan seluas 2,7 Ha dari luas lahan tersedia 9,4 Ha. Sesuai rencana area ini, merupakan bagian dari detail tata ruang terbuka hijau seluas 78 Ha yang ada di Kota Puruk Cahu.

"Pembangunan Lopo Betang kembar untuk tahap pertama tahun ini dibangun satu unit berukuran 41 M x 29 M dan selanjutnya akan dibangun pada tahun 2023, bangunan ini menggambarkan sebuah kekuatan identitas dayak yang membumi dan seimbang," ujarnya.

Pihaknya menargetkan pembangunan itu akan selesai pada tahun 2023 mendatang bertepatan dengan hari jadi ke 21, dan Lopo Betang Perdie M Yoseph akan diresmikan.

Pembangunan Lopo Betang ini berada tepat di jalur lalu lintas keluar masuk menuju Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.

"Ketika orang masuk atau keluar secara tidak langsung tergambar dibenak pikiran, suku dayak punya kebanggaan memiliki Rumah Betang atau Lopo Betang, dan jangan sampai nilai budaya kita sendiri sedikit demi sedikit akan kehilangan identitas, maka dari itu kita terus berupaya melestarikannya," pungkasnya. (DONNY D/B-6)