PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk penetapan wakil ketua Komisi C yang masih kosong dalam susunan alat kelengkapan dewan (AKD), maka unsur pimpinan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat masih mekakukan komunikasi dengan para anggota.

Ketua DPRD Kobar, Rusdi Gozali mengatakan komunikasi perlu dilakukan secara intens supaya setelah disahkan AKD tidak ada masalah dikemudian hari. Komunikasi perlu dilakukan ini supaya adanya hasil dari musyawarah dan mufakat.

"Setelah rapat paripurna yang digelar Senin, 21 Marer 2022 masih menyisakan satu posisi yakni wakil ketua komisi C dalam susunan AKD. Kami unsur pimpinan masih melakukan upaya komunikasi di internal," katanya.

Lanjutnya, komunikasi perlu dijalin dengan fraksi dan para anggotanya, sehingga nantinya hasil susunan Komisi C DPRD Kobar dapat terbentuk sesuai dengan keinginan seouruh anggota.

"Kita lihat dalam sepekean ke depan, kita komunikadi secara baik supaya yang menjadi keinginan anggota dapat terakomodir," jelasnya.

Rusdi turut menanggapi dengan banyaknya interupsi dari para anggota pada saat rapat paripurna,bahwa menurutnya itu merupakan hal yang wajar di DPRD. Semua mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat.

Termasuk yang paling kencang penyampainya dari Musawer dan Indrasani yang merupakan Fraksi Demokrasi Karya Bangsa. Tentunya hal ini bisa diakomodasi dalam musyawarah yang bakal dilakukan oleh unsur pimpinan dengan fraksi dan anggota.

--page

"Supaya kedepanya tidak lagi ada masalah dan komisi C juga bisa cepat bergerak dalam melaljukan fungsi dan tanggung jawabnya. Maka nantinya sudah ada nama untuk posisi wakik Ketua Komisi C DPRD Kobar akan segara di umumkan agar susunan AKD yang lengkap dapat diketahui seluruh masyarakat, " pungkasnya. (DANANG/B-6)