PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering berharap Pemprov Kalimantan Tengah bisa kembali memperkerjakan para tenaga kontrak (Tekon) yang dinonaktifkan beberapa waktu lalu.

Pihaknya prihatin dengan nasib para tekon tersebut. Sebab hingga memasuki bulan ke 3 tahun ini kehidupan baik dari sisi perekonomian para tekon itu menjadi terganggu dan tidak pasti, terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga.

"Kita berharap dan menyarankan ke pemprov melalui kebijakan bapak Gubernur supaya kiranya dapat dipertimbangkan untuk memperkejakan mereka kembali. Setidaknya sampai akhir 2022," katanya, Kamis 24 Maret 2022.

Freddy menjelaskan gubernur dapat mengambil kebijikan tersebut dengan memperhatikan hasil evaluasi dari pimpinan instansi atau SKPD tempat Tekon dipekerjakan. Sebab yang mengetahui kualitas, kinerja dan loyalitas Tekon yaitu pimpinan instansi di tempat mereka bekerja.

Di sisi lain ada banyak aspek yang harus menjadi penilaian dan pertimbangan di samping aspek kemanusiaan dan keuangan. Seperti pencapian target kinerja instansi, sebab selama ini banyak instansi atau dinas yang sangat ketergantungan dengan para tekon dalam mencapai target kinerja.

"Bahkan tidak jarang para tekon justru lebih terampil dan kompeten dibanding tenaga ASN. Jadi dengan status tekon saat ini di non aktifkan atau riumahkan jelas dinas atau instansi sangat kelabakan," ujarnya.

--page

Selain itu yang juga harus dikedepankan untuk dipertimbangkan yaitu sisi kemanusian. Pasalnya, para Tekon yang di non aktifkan tersebut memiliki tanggung jawab dalam kehidupannya terutama yang sudah berkeluarga.

"Pertimbangan kemanusiaan juga penting untuk diperhatikan. Sebab, ada yang menjadi tanggung jawab para tekon ini baik itu biaya sekolah anak, BPJS, kredit rumah, dan lain sebagainya. Jadi besar harapan kita pemprov melalui bapak gubernur bisa menpertimbangkan hal-hal tersebut," tandasnya. (DONNY D/B-11)