BORNEONEWS, Muara Teweh – AMAN 1 Muara Teweh menggelar pelatihan kewirausahaan bagi ibu rumah tangga di Kompleks Permata Hijau, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta. Pelatihan ini juga merupakan serangkaian agenda program sekolah penggerak SMAN 1 Muara Teweh.
Kepala SMAN 1 Muara Teweh, Razikinnor melalui salah seorang guru yang ikut dalam kegiatan pelatihan Pambayun Hari S mengatakan saat ini SMAN 1 Muara Teweh telah menggunakan kurikulum paradigma baru yang disebut Kurikulum Sekolah Penggerak (KSP).
“Kurikulum baru ini menekankan pada kegiatan pembelajaran kolaboratif, yaitu memadukan pembelajaran teori antar disiplin ilmu untuk memecahkan permasalahan di lingkungan masyarakat dalam bentuk projek bersama,” katanya, Kamis 24 Maret 2022.
Orientasi projek ini untuk penguatan profil pelajar Pancasila khususnya untuk menumbuhkan sikap gotong royong (kerja sama dalam sebuah tim), berkebhinekaan global (berbagi ilmu dengan berbagai elemen masyarakat), bernalar kritis (menggali permasalahan yang ada dimasyarakat), dan kreatif (menemukan solusi yang tepat untuk permasalahan tersebut).
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masalah limbah kain sisa menjahit yang tidak dimanfaatkan. Dengan pelatihan ini dia mengharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi usaha sampingan ibu rumah tangga ditengah pandemi Covid-19, sekaligus mengenalkan produk karya siswa kepada masyarakat.
--page
Produk hasil projek kewirausahaan siswa juga akan dipamerkan pada gelaran SMANSA EXPO, Senin 28 Maret 2022 sekaligus merupakan rangkaian akhir kegiatan projek sekolah penggerak. (RAMADHANI/B-11)









