PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia, Provinsi Kalimantan Tengah, Yomie Kamale meminta kepada  pemerintah untuk aktif mempromosikan wisata di daerah dengan hashtag #wisatadikobarsaja atau #wisatadikaltengsaja.

“Dengan adanya bantuan dari pemerintah untuk mempromosikan keluar, saya rasa akan lebih banyak menarik wisatawan ke Bumi Tambun Bungai,” katanya. Kamis, 24 Maret 2022

Dia berharap pemerintah bisa melaksanakan kegiatan, seperti rapat dan lain sebagainya di lokasi destinasi wisata. “Supaya pemerintah lebih mengetahui krakteristik dari wisata sendiri, jadi lebih mudah dalam mempromosikannya,” tambahnya.

Selain itu dia mengaharapkan adanya event berskala nasional yang mampu mengundang orang datang ke daerah juga sangat penting dilakukan oleh pemerintah. Memberikan penundaan/peniadaan pembayaran pajak bagi pelaku wisata.

“Memberikan bantuan/pinjaman kepada pelaku wisata untuk memperbaiki sarana dan fasilitas nya guna menjalankan usahanya lagi. Memberikan pelatihan/pembinaan kepada pelaku wisata untuk strategi mengembangkan wisata dimasa/pasca pandemi,” tambahnya.

Yomie menuturkan pelonggaran aturan yang dilakukan oleh pemerintah saat sekarang dan itu masih terbatas di transportasi darat/laut/udara, tapi untuk destinasi wisata masih belum.

“Seperti Taman Nasional Tanjung Puting ini pengunjung terutama yang ber KTP luar Kalteng masih di perlukan rapid test walaupun sudah vaksin lengkap dan booster,” jelasnya.

Yomie bercerita perjuangannya sebagai pemandu wisata selama pandemi ini, penghasilan kurang, bahkan sangat sulit untuk bertahan.

--page

“Ketika kami/wisata sudah mulai bergeliat tiba-tiba pariwisata ditutup, ini yang membuat kami sulit karena sudah keluar modal besar tapi hasilnya tidak ada,” tuturnya.

Yomie beranggapan untuk sektor pariwisata yang perlu dibenahi pemerintah agar menarik wisatawan kembali memperbaiki, aksesibilitas, amenitas, atraksi, sumber daya manusia, dan tatakelola. (APRIANDO/B-6)