PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah titik ruas jalan lintas dari Kecamatan Kumai menuju Pangkalan Lima (Desa Natai Raya), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) rusak dan berlubang dengan cukup dalam.

Kondisi tersebut dikeluhkan pengendara lantaran mobil dengan muatan berat alami kesulitan saat melintas. Bahkan, sejumlah truk besar terjebak lubang dan harus ditarik, untuk keluar dari lubang tersebut. Sehingga, arus lalu lintas terganggu.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kobar Hasyim Mualim melalui Kabid Bina Marga Herto, saat dikonfirmasi Borneonews menyampaikan akan segera menindaklanjutinya.

"Ya nanti kami cek pak, terimakasih infonya," ucapnya singkat, pada Kamis, 24 Maret 2020.

Ia menjelaskan, bahwa status jalan tersebut merupakan jalan strategis Provinsi. Kemudian, untuk kewenangannya bisa dilakukan provinsi atau Kabupaten.

--page

Kemudian, saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah jalan tersebut masuk dalam pengangguran peningkatan jalan pada tahun ini, baik dari Pemkab Kobar atau Provinsi. Pihaknya, tidak memberikan jawaban.

Terpisah, pengakuan Pendi (45) warga yang kerap melintas di jalan tersebut, bahwa sudah banyak kejadian truk terjebak dijalan rusak itu, terutama mobil- mobil besar.

"Kemarin, truk kontainer dan fuso terjebak disitu. Bahkan sampai malam belum terevakuasi, sehingga lalu lintas terganggu," jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa kerusakan jalan terjadi dibeberapa titik. Untuk titik pertama sekitar 700 meter, dan titik kedua sekiat 1 KM.

"Jalannya yang rusak kondisinya itu bergelombang karena aspalnya rusak, dan yang  parah biasa mobil terplater itu cuma 1 titik, untuk yang lain sudah di latrit," ungkapnya. (DANANG/B-5)