BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terik matahari yang terjadi beberapa hari ini di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, membuat sejumlah lahan kering dan rawan terjadi kebakaran. Termasuk di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng. Untuk itu, tim gabungan melakukan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.
Adapun personel gabungan terdiri atas Polsek Pangkalan Banteng, Koramil 1014-05 Pangkalan Banteng dan tiga pilar kecamatan. Mereka melakukan pendinginan lahan rawan kebakaran lahan di Desa Karang Mulya pada Kamis, 24 Maret 2022, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Faisal Firman Gani menyampaikan, pendinginan lahan dilakukan dengan menyemprotkan air di permukaaan lahan yang kering dan rawan terjadi kebakaran.
"Lahan-lahan dan semak belukar yang kering itu rawan terbakar, sehingga kami lakukan pencegahan dengan menyemprotkan air agar lahan lembab dan tidak kering," ujarnya.
Dia melanjutkan, memasuki musim kemarau saat ini, pihaknya terus bersinergi dengan unsur Muspicam, mengantisipasi serta mencegah kebakaran hutan dan lahan.
--page
Selain terjun langsung ke lapangan, pihaknya juga terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Sebab, karhutla ini berdampak pada ekosistem dan juga kesehatan.
"Mari kita bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, dengan tidak membuka lahan dengan dibayar dan jangan membuang putung rokok sembarangan. Sebab, dampak Karhutla selain pada ekosistem, juga pelakunya terancam pidana," pungkasnya. (DANANG/B-7)









