KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengedukasi warga berkaitan dengan penyakit Tuberkulosa atau TB hingga cara pengobatannya.

Edukasi diberikan dilakukan melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini juga memperingati tentang Hari TB Sedunia 2022 bulan Maret ini.

Dalam memberikan informasi dan edukasi ini narasumber yakni dr. Erny Indrawati bersama Pengelola Promkes RSUD Kapuas Popo Subroto.

Disampaikannya berinvestasi untuk mengakhiri TB adalah tema peringatan Hari Tuberkulosa (TB) Sedunia 2022.

Erny menjelaskan peringatan Hari TB Sedunia merupakan momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyakit TB merupakan pembunuh yang menular dan paling mematikan di seluruh dunia.

Setiap hari lebih dari 4.100 orang meninggal karena TB dan hampir 28.00 orang jatuh sakit karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Penyakit TB selain dapat membunuh orang yang mengidapnya, juga dapat menghancurkan ekonomi keluarga bahkan sebuah negara.

"Penyakit TB tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi dapat juga menyerang anak-anak," katanya, Jumat 25 Maret 2022.

Seorang anak dapat terinfeksi TB akibat kontak langsung dengan orang dewasa yang terinfeksi TB. Misalnya dalam satu rumah ada orang dewasa yang mengidap TB dan anak tersebut intens berdekatan dengan orang tersebut makan anak tersebut dapat terinfeksi TB dari orang dewasa tersebut.

Penyakit TB merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada anak. Anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier (TB paru yang paling berat), meningitis TB (TB pada selaput otak).

Gejala TB pada anak tidak khas, dengan gejala utama TB anak yaitu kondisi badan yang lesu. Gejala lain adalah penurunan berat badan, lemah, letih, demam lebih dari 2 minggu atau demam berulang tanpa sebab dan biasanya demam tidak tinggi.

Batuk, bahkan jarang menjadi gejala utama pada TB anak. Bila anak mengalami batuk berdahak lebih dari 2 minggu, batuk terus menerus yang tidak membaik dengan pengobatan lain, maka harus dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis, dan bila hasilnya ditemukan BTA positif maka anak tersebut termasuk sumber penular bagi lingkungan sekitarnya, misalnya teman satu kelasnya, teman bermainnya.

Penyakit TB terutama menyerang paru tetapi 20-30 persen TB pada anak menyerang organ lain. Anak < 3 tahun dengan malnutrisi memiliki risiko paling tinggi menderita TB. 

Sementara bayi dan balita paling berisiko menderita TB berat misalnya meningitis TB yang dapat menyebabkan kebutaan, tuli , kelumpuhan, bahkan kematian.

--page

Dalam edukasi ini disampaikan juga cara pengobatan untuk pasien anak dan dewasa, tidak ada perbedaan. Semua pasien wajib mengikuti pengobatan selama 6 bulan dengan kombinasi beberapa jenis obat.

Hanya yang membedakan antara obat untuk anak dan dewasa adalah dosisnya. Dosis pada anak berdasarkan berat badan. Kunci keberhasilan penyembuhan adalah dosis yang tepat dan durasi pengobatan yang sesuai, tidak boleh asal-asalan. Minum obat harus sesuai jadwal dan tidak boleh lupa sedikit pun.

"Meskipun penyakit TB mematikan tetapi penyakit ini dapat disembuhkan dengan total bila pasien minum obat sesuai dosis dan sesuai jadwal," ucapnya.

Bila dalam masa pengobatan anak telah memperlihatkan perbaikan, misalnya nafsu makan meningkat, berat badan naik, tidak ada demam, tidak lesu, maka pengobatan harus tetap dilanjutkan sampai selesai, sehingga anak mengalami kesembuhan total. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)