SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hanya dengan menanam buah melon di lahan dengan luas sekitar setengah hektare, petani di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini menghasilkan uang ratusan juta dalam sekali panen. 

Petani tersebut bernama Supri, dirinya bersama sang anak tergabung dalam Komunitas Petani Muda Milenial. Dirinya mengungkapkan hal tersebut saat melakukan panen raya melon bersama Plt Kepala DPMDes Sutimin, Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat, dan Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan. 

"Alhamdulillah, hasil tanaman buah melon kami hari ini cukup baik, karena dalam 1 pohon rata-rata menghasilkan buah dengan berat 5 kilogram," ujar Supri, kepada wartawan. 

Luas lahan yang ditanaminya buah melon tersebut sekitar setengah hektare. Dengan jumlah 700 batang pohon. Mereka melakukan penanaman sekitar 3 bulan lalu, dan sudah bisa dipanen hari ini. 

Modal awal yang di keluarkan supri dari masa pembibitan, pengolahan lahan, dan perawatan hingga panen memang cukuplah besar, yakni Rp 90 juta. 

Namun, modal besar tersebut tentunya sangatlah sebanding dengan hasil yang di dapatkannya, yakni sekitar Rp 280 juta. 

"Saat ini harga melon ditingkat petani Rp 8.000, sedangkan dalam 1 batang pohon yang kami tanam menghasilkan 2 buah. Berat per buah sendiri rata-rata 2 hingga 3 kilogram," kata Supri.

Hasil tersebut hanya didapatkannya dengan menanam 1 jenis buah. Sedangkan, di lahan olahannya tersebut sudah dipersiapkan tanaman sayuran lainnya, sehingga setelah selesai panen melon, akan disambung lagi dengan tanaman lainnya seperti cabai. 

"Di lahan ini tidak hanya 1 jenis tanaman yang kami tanam. Namun juga tanaman lainnya yang juga sudah mulai tumbuh," terang Supri. 

Mencontoh dari apa yang dilakukan Supri bersama keluarga, bertani bukanlah pekerjaan yang bisa diremehkan. Karena jika ditekuni dengan baik, dan modal yang memadai. 

Maka hasilnya bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, namun tentunya keuntungan lebih besar dari sekedar pekerja kantoran biasa. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)