BORNEONEWS, Purwokerto - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Slamet Rosyadi mengatakan seorang penjabat daerah dapat memiliki peran strategis dalam membangun iklim kondusif di wilayah kerjanya.
"Figur yang ditunjuk sebagai penjabat daerah sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 memiliki peran strategis dalam membangun iklim kondusif," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.
Karena itu, kata dia, perlu figur penjabat daerah yang memiliki sikap kepemimpinan atau "leadership" yang mampu membangun iklim kondusif tersebut.
Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu (FISIP) Unsoed itu menjelaskan bahwa pada tahun 2022 ini akan ada tujuh kepala daerah bupati/wali kota di Jawa Tengah yang selesai masa jabatannya yakni Kabupaten Banjarnegara, Batang, Brebes, Cilacap, Jepara, Pati dan Kota Salatiga.
Untuk mengisi kekosongan kursi hingga pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024, maka Gubernur Jawa Tengah akan menunjuk penjabat daerah.
Terkait hal tersebut, kata dia, masyarakat bisa memberikan usulan atau rekomendasi terkait figur calon penjabat daerah yang akan menjadi pemimpin di wilayahnya.
--page
"Hal ini akan memberikan profil kompetensi yang dibutuhkan selama menjadi penjabat kepala daerah. Karena sebagai penjabat daerah kehadirannya dalam memimpin pemerintahan sangat berperan penting dalam membangun iklim kondusif di daerah tersebut," katanya.
Kendati demikian, dia juga mengaku optimistis bahwa gubernur sudah memiliki kriteria tertentu terkait dengan figur yang telah disesuaikan dengan kondisi daerah.
Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang Pilkada.
Sementara itu seperti diwartakan sebelumnya, pengamat politik Unsoed Ahmad Sabiq mengatakan figur yang akan menempati posisi penjabat daerah sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 harus mengenal wilayah kerjanya.
"Selain mempunyai pengalaman di bidang pemerintahan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh regulasi juga sebaiknya mengenal daerah yang bersangkutan," katanya.
Sabiq menambahkan hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah meneguhkan tradisi demokrasi yaitu pengisian jabatan sipil yang diambil dari kalangan sipil.
"Menurut saya figur penjabat juga perlu meneguhkan tradisi demokrasi yaitu pengisian jabatan sipil yang diambil dari kalangan sipil," katanya.
ANTARA









