BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalteng tidak lepas dari berbagai potensi bencana alam, baik itu banjir maupun longsor ketika musim penghujan, kebakaran hutan ketika kemarau setiap tahunnya dan lainnya.
Oleh karenanya, dalam upaya mencegah atau mengantisipasi serta menanggulangi bencana alam itu, semua pihak harus saling bersinergi.
"Perlu ada kolaborasi semua pihak untuk menanggungi bencana di Kalteng ini. Karena, tanpa adanya kolaborasi atau kerja sama itu, maka penanggulangan maupun pencegahannya tidak bisa berjalan optimal," kata Anggota DPRD Kalteng, Yulilis, Senin, 28 Maret 2022.
Selain dengan kolaborasi, dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana juga pemerintah perlu melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Sehingga, ketika bencana itu terjadi akan memudahkan penanggulangannya dan meminimalisir korban jiwa.
Di sisi lain, sosialisasi serta edukasi terkait bahaya bencana alam baik banjir, longsor, kebakaran hutan dan lain-lain perlu terus digencarkan. Itu supaya kesadaran bersama bisa semakin meningkat dalam menjaga alam tetap aman dari potensi bencana.
--page
Ia mengimbau kepada PBS yang ada di Kalteng baik tambang maupun perkebunan agar selalu taat dengan peraturan terkait program reboisasi hutan yang menjadi kewajiban. Sehingga, kejadian potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor bisa diminimalisir.
"Kita harus bisa bersama-sama menjaga dan memulihkan ekosistem yang ada, agar kejadian bencana dapat diminimalisir. Terlebih lagi saat ini sudah ada peraturan daerah yang mengatur itu," tuturnya. (DONNY D/B-7)









