PALABGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati berharap kedepan pemerintah bisa memprogramkan pendidikan singkat tapi efektif khususnya pada jenjang 12 tahun di Indonesia.

Menurutnya jenjang pendidikan 12 tahun yang selama ini diterapkan di Indonesia, itu terlalu lama, sehingga dikhawatirkan minat peserta didik untuk belajar menjadi menurun, dan pada akhirnya berpengaruh pada kualitas pendidikan itu sendiri.

"Jadi kalau berbicara masalah pendidikan di Indonesia ini hemat saya jenjang pendidikan 12 tahun itu waktu tempuhnya terlalu lama dan perlu dievalusi. Kalau bisa lebih disederhanakan lagi atau dipersingkat. Tapi dengan pendidikan singkat namun efektif," ucapnya, Selasa, 29 Maret 2022.

Dengan mempersingkat jenjang pendidikan 12 tahun, maka diharapkan peserta didik dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensinya di usia muda, sehingga mampu meraih gelar sarjana minimal pada usia 20 tahun.

"Seperti halnya di negara maju yang sudah menerapkannya di suia 20 atau 21 tahun sudah menyandang gelar sarjana, sedangkan di Indonesia usia 25 atau lebih baru meraih gelar sarjana. Saya rasa itu waktunya banyak terbuang," terangnya.

Disebutkan kualitas SDM dapat ditentukan melalui program pendidikan yang bersifat merdeka, sehingga yang seharusnya dikedepankan yaitu pendalaman jurusan, keahlian maupun potensi dari peserta didik itu sendiri.

--page

"Di luar negeri itu pendidikannya lebih fokus untuk mengembangkan skill serta potensi dari peserta didik, jadi wajar jika mereka bisa meraih gelar sarjana diusia muda. Nah, inilah yang kita harapakan bisa diimplementasi di Indonesia kedepan agar bisa menghasilkan SDM yang berkualitas," pungkasnya. (DONNY D/B-11)