JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendesak pemerintah yang mengizinkan masyarakat mengikuti arus mudik Lebaran 2022, untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran.

“Saya mendesak pemerintah yang telah mengizinkan masyarakat untuk mengikuti eksodus Idul Fitri tahun ini, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Idul Fitri 2022,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu. 

Antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan mewajibkan masyarakat yang ingin mengikuti eksodus lebaran untuk mendapatkan booster shot. Pemerintah juga harus menetapkan kebijakan dan mengambil langkah konkrit untuk mencegah lonjakan kasus, dengan tetap memperkuat pengujian COVID-19, terutama bagi pemudik, tambahnya.

“Ini untuk mendeteksi dan mencegah masuknya varian baru yang bisa menyebabkan lonjakan kasus baru,” jelasnya.

Ketua MPR meminta pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi primer dan booster COVID-19 di masing-masing daerah, terutama yang cakupan vaksinasinya belum mencapai 100 persen atau masih di bawah 70 persen.

--page

Pemerintah juga perlu tetap menerapkan protokol kesehatan terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri untuk mencegah penularan COVID-19, tambahnya.

“Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 harus terus memantau dan mengevaluasi situasi dan penanganan pandemi yang dapat dijadikan acuan oleh pemerintah dalam membuat regulasi bagi masyarakat yang akan mengikuti eksodus (Idul Fitri),” ujarnya. diuraikan.

Ia berharap regulasi terkait mudik lebaran ini mengutamakan keselamatan semua pihak.

Kasus pertama COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia pada Maret 2020. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga 29 Maret 2022, Indonesia mencatat total 6.005.646 kasus COVID-19, 5.735.055 kasus sembuh, dan 154.882 kematian. 

 
ANTARA