SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penumpang kapal di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami peningkatan signifikan jelang bulan suci Ramadan 2022.

Hal itu terjadi karena para pemudik yang kebanyakan warga Pulau Madura, Lumajang, dan Probolinggo tersebut akan melakukan tradisi nyadran atau ziarah kubur. 

"Keberangkatan untuk KM Kirana III tujuan Surabaya hari ini mengangkut 459 penumpang, dan rata-rata mereka berangkat untuk melaksanakan nyadran," ujar Manajer PT DLU Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, Rabu, 30 Maret 2022. 

Dia mengatakan dari jumlah total penumpang yang berangkat dan 80 persen di antaranya merupakan warga yang akan melakukan tradisi nyadran. 

Sehingga setelah memasuki 7 hari bulan suci Ramadan, kebanyakan dari mereka akan kembali pulang ke Kotim dan hal itu sudah rutin terjadi saat menjelang dan memasuki bulan suci umat Islam di Kotim ini. 

--page

"Keberangkatan kapal sebelumnya juga cukup besar yakni 600 orang lebih dan rata-rata mereka pulang untuk melakukan nyadran," terangnya.

Sementara arus mudik di Kotim diperkirakan akan mulai terlihat pada H-20 Ramadan. Asalkan tidak ada perubahan terkait aturan mudik lebaran. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)