PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya telah melaksanakan rapat koordinasi High Level Meeting dalam rangka membahas stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan 1443 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengatakan, stabilitas harga menjadi perhatian TPID mengingat Februari lalu sejumlah komoditas mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Adapun komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Februari 2022 antara lain cabai rawit, telur ayam ras, minyak goreng, ikan gabus, ikan baung, ikan nila, ikan lais, kacang panjang dan ikan patin.

"Hal tersebut tentunya mendorong agar memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga," katanya, Jumat 1 April 2022.

Ia mengatakan, saat hari besar keagamaan, sering kali kenaikan harga terjadi bukan karena terbatasnya stok melainkan ulah sejumlah pedagang mencari keuntungan dengan memanfaatkan momen tersebut.

--page

Hera meminta semua anggota TPID bekerja secara maksimal untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok.

Demikian juga untuk pertamina dan Migas agar dapat memastikan bahwa tidak akan terjadi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg bersubsidi.

"TPID perlu melakukan inovasi-inovasi melalui perangkat daerah terkait. Diharapkan peran aktif semua pihak terkait dalam menjalankan program dan kegiatan pengendalian inflasi untuk menstabilkan harga komoditas pangan," pungkasnya. (HENDRI/B-5)