BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan sudah ada 4 lokasi Kampung Iklim yang ditetapkan sejak 2018 hingga 2021. Yakni Kelurahan Kalampangan yang telah meraih kategori Proklim utama tahun 2018.
Kemudian Kelurahan Sabaru, Kelurahan Kereng Bangkirai dan Kelurahan Tumbang Rungan meraih kategori Proklim Madya tahun 2021. "Melalui ini kami mengajak semua individu masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor dan penggerak gaya hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing," katanya, Jumat 1 April 2022.
Ia menyebutkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan terbentuknya Program Kampung Iklim (Proklim) sebanyak 20.000 desa pada tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanti saat membuka Pameran Virtual Proklim yang didukung oleh Global Green Growth Institute (GGGI) tahun lalu.
Proklim merupakan program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim lingkup nasional untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
--page
Selain itu program ini memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
"Proklim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa. Hingga saat ini telah terbentuk sebanyak lebih kurang 3.000 desa di seluruh Indonesia," pungkasnya. (HENDRI/B-5)









