BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Iskandar Kotawaringin Barat (Kobar), memaparkan Induksi dari awan Culumonimbus (CB) aktif disekitar lokasi sambaran petir di rumah Sabran, warga RT 31, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, beberapa waktu lalu.
Bahkan, akibat sambaran petir tersebut, membuat rumah wargq terbakar dan menyebabkan 3 kepala Keluarga yang terdiri dari 11 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Aqil Ikhsan menjelaskan, bahwa petir dapat menghasilkan energi hingga 300 kilovolt, atau 150 kali lebih besar dari pada listrik yang digunakan untuk industri.
"Dengan kekuatan energi sebesar itu, bila rumah tersambar seperti kejadian beberapa hari lalu bisa saja langsung terbakar, petir juga dapat memanaskan udara di sekitarnya ke suhu hampir 27.700 derajat Celsius," ujarnya, Jumat, 1 April 2022.
Menurutnya secara frekuensi petir biasanya menyambar dan mengenai wilayah yang lebih tinggi, namun tidak menutup kemungkinan mengenai tempat yang rendah.
Lanjut dia sambaran petir terbagi menjadi 4 kualifikasi, yaitu petir dari awan ke tanah atau bumi (Cloud to Ground/CG), petir dari awan ke awan (Cloud to Cloud) yang berbahaya dalam dunia penerbangan.
Kemudian petir Intra Cloud (IC) ini terjadi di dalam awan yang berbeda muatan, sehingga sering seperti kita lihat kilatan di awan dan umum terjadi, serta petir dari awan ke udara (Cloud to Air/CA), atau pelepasan petir bermuatan positif ke udara sekitar yang bermuatan negatif.
"Petir dari awan ke tanah atau bumi (Cloud to Ground/CG) ini yang berbahaya bagi masyarakat yang sedang beraktifitas," sebutnya.
--page
Ia mengingatkan bahwa awan cumulonimbus adalah awan hujan yang juga menimbulkan petir, sehingga untuk bangunan yang tinggi dan bangunan rumah sebaiknya menggunakan penangkal petir.
"Hal itu untuk menghindari sambaran ke gedung atau bangunan tersebut sehingga sambaran petir tersalurkan ke bumi dengan baik," pungkasnya. (DANANG/B-6)









