BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Sampit , Kotawaringin Timur, masih melaksanakan nyekar atau ziarah kubur saat awal Ramadan seperti sekarang. Ini dilakukan dengan maksud agar mengingatkan akan kematian. Sehingga ibadah Ramadan makin mantap.
"Sebagai pengingat mati saja. Bahwa kita suatu saat akan berada di posisi jenazah-jenazah yang kini berada di alam barzah," ungkap Anjang, salah seorang warga , Sabtu sore, 2 April 2022.
Menurutnya dengan melaksanakan ziarah dia akan termotivasi melaksanakan ibadah saat Ramadan. Sebab di bulan inilah Allah memberikan ampunan dan memberikan ganjaran pahala lebih dari bulan-bulan biasanya.
Dengan mengunjungi makam keluarga lalu mendoakannya, akan menambah motivasi lebih bagi peziarah. Bahwa hidup gak akan kekal selamanya.
"Selain itu, tujuannya juga bermaksud untuk mengenang keluarga atau kerabat yang telah mendahului. Menunjukkan rasa peduli bahwa jasadnya telah di makamkan di sini," ungkapnya.
--page
Suasana ini terpantau borneonews.co.id di salah satu tempat pemakaman umum di Gatot Subroto Sampit, Kotawaringin Timur. Sejak Jumat sore, 1 April 2022, peziarah silih berganti datang. Mereka sekadar melihat pusara kerabat, membersihkan dan mendoakan arwahnya untuk diampuni dosa-dosa selama masih hidup dan dilapangkan kuburnya. (USAY NOR RAHMAD/B-11)









