PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati berharap kepada pemda di Kalteng agar dapat mengalokasikan anggaran secara proporsional untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi.

Menurutnya selama ini, pengalokasian anggaran itu belum proposional terutama untuk sektor pendidikan, sehingga membuat berbagai hal yang berkaitan dengan pembenahan atau peningkatan sarana dan prasarana pendidikan masih banyak yang belum terpenuhi.

"Kita bisa melihat sarana dan prasarana atau fasilitas pendidikan di Kalteng terutama wilayah-wilayah pelosok masih banyak yang minim perhatian, itu karena anggarannya kurang, seharusnya ini bisa diperhatikan," ucapnya, Selasa, 4 April 2022.

Dia menjelaskan, jika menyesuaikan amanat undang-undang dan kebijakan pemerintah pusat, pengalokasian anggaran baik untuk kesehatan maupun pendidikan masing-masing sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Akan tetapi dalam pelaksanaannya selama ini, alokasi anggaran khususnya untuk sektor pendidikan masih belum proporsional. Sebab, alokasi anggaran tersebut juga dimasukan ke dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) yang seharusnya diperuntukkan untuk pemenuhan pembangunan fisik.

--page

"Harusnya tidak seperti itu, alokasi anggaran 20 persen itu diluar DAK. Apabila digabung, misalnya ada anggaran 28 persen itu memang terlihat besar, tapi DAK-nya berapa, ujung-ujungnya alokasi anggaran yang benar-benar diperuntukan untuk pendidikan hanya 10 atau 13 persen saja," imbuhnya.

Dirinya berharap, kedepan pemda di Kalteng supaya dapat mengevaluasi hal tersebut agar sektor pendidikan di Kalteng ini bisa benar-benar mendapat perhatian dan maju serta berkembang. Anggaran yang akan dialokasikan khususnya untuk sektor pendidikan harus secara proposional. (DONNY D/B-5)