BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulan suci Ramadan tahun ini, adalah yang ketiga kalinya dialami umat muslim Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah (Kalteng) selama masa pandemi Covid-19.
Meskipun kondisi berangsur membaik setelah puncak kasus akibat varian Omicron, Satgas Covid-19 tetap mengingatkan masyarakat tetap bijaksana dalam beraktivitas.
Satgas Covid-19 pun meminta masyarakat untuk tetap bijaksana dalam beraktivitas. Prinsip utama protokol kesehatan tetap harus diutamakan.
Pasalnya, dengan penyesuaian kebijakan yang lebih longgar dibandingkan tahun lalu, seharusnya menjadi kesempatan yang baik menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.
Selama ini, Ramadan kerap diisi masyarakat dengan tradisi rutin yang bermanfaat. Seperti seperti sahur on the road, ngabuburit, buka bersama, maupun open house. Namun, dalam berkegiatan, hendaknya dimohon tetap mempertimbangkan risiko penularan dan urgensinya.
Satgas Kalimantan Tengah juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ada berpikir Covid-19 sebagai sebuah konspirasi.
Satgas juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyosialisasikan ancaman Covid-19 sehingga seluruh masyarakat dapat menyadari ancaman virus itu.
--page
"Secara sadar disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai suatu bentuk adaptasi kebiasaan baru dalam aktivitas sehari-hari," sebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui Kepala Bidang Kehumasan, Agus Siswadi dalam rilis tertulisnya. (HERMAWAN DP/B-11)









